Posted on: January 23, 2020 Posted by: berkah Comments: 0

Tahapan evaluasi dalam sistem manjemen energi dapat dibagi menjadi dua yaitu tahapan pemeriksaan dan tahapan review manajemen. Pada bab ini akan dibahas evaluasi berkaitan dengan pemeriksaan. Berikut ini adalah proses umum pemeriksaan dalam ISO 50001.

Proses pemeriksaan (Checking) meliputi hal-hal sebagai berikut:

  1. Pemantauan, pengukuran dan analisis. Tujuan dari pemeriksaan adalah untuk memastikan bahwa karakteristik kunci yang menentukan kinerja energi dimonitor, diukur dan dianalisis pada selang waktu tertentu. Tingkat pengukuran untuk setiap karakteristik kunci harus sesuai dengan ukuran dan kompleksitas organisasi.
  2. Evaluasi kepatuhan. Kegiatan ini menilai status kepatuhan dengan persyaratan hukum yang berlaku dan kebutuhan energi lainnya yang diadopsi atau merupakan komitmen dari organisasi.
  3. Audit internal. Audit Internal dilakukan untuk memastikan bahwa sistem manajemen energi (SME) sesuai dengan standar ISO 50001 yang dilakukan pada selang waktu terencana dan efektif untuk meningkatkan kinerja energi.
  4. Ketidaksesuaian, koreksi, tindakan korektif dan preventif. Kegiatan ini mencari penyebab semua ketidaksesuaian yang muncul, atau potensi ketidaksesuaian dapat ditentukan, dan apakah tindakan korektif atau pencegahan adalah bersifat wajib atau bukan.
  5. Pengendalian rekaman. Tujuan dari kegiatan ini adalah menjaga dan mengelola informasi tentang hasil yang telah dicapai atau memberikan bukti dari kegiatan yang telah ditentukan.

Pemantauan, Pengukuran dan analisis Manajemen Energi

Setiap operasi suatu organisasi mempunyai karakteristik sendiri-sendiri. Termasuk dalam melakukan pemantauan, pengukuran konsumsi energi review atas kinerja energinya.  Data yang dikumpulkan dalam pemantauan dan pengukuran. Karakteristik utama yang akan dipantau, diukur dan dianalisis dalam ISO 50001 paling tidak meliputi  :

  1. Penggunaan energi yang signifikan dan output lainnya yang berasal dari tinjauan energi
  2. Variabel yang relevan terkait dengan penggunaan energi yang signifikan
  3. Indikator kinerja energi
  4. Efektivitas tindakan berencana dalam mencapai tujuan dan sasaran
  5. Evaluasi konsumsi energi aktual vs yang diharapkan .

Dalam kasus apapun, penggunaan energi yang signifikan dan faktor-faktor yang relevan dengan konsumsi energi harus selalu dipantau. Pemantauan, pengukuran dan analisis tergantung pada jenis organisasi. Misalnya konsumsi energi dari proses, kompresi udara, pemanasan atau pencahayaan. Pemantauan dan pengukuran yang baik dapat menghasilkan indikator kinerja energi. Perlunya perusahaan audit energi yang salah satunya adalah https://sewatama.com/id/ dalam menjaga baseline energi yang harus disesuaikan sebagai nilai referensi baru jika perubahan signifikan telah telah terjadi di operasi atau kinerja energi yang ditentukan sebelumnya sudah tidak lagi sesuai lagi untuk pengukuran.

Leave a Comment